SEKILAS INFO
: - Sunday, 26-09-2021
  • 2 bulan yang lalu / Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2021-2022 dilaksanakan pada 26-30 Juli 2021
  • 2 bulan yang lalu / Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2021-2022 dilaksanakan pada 26-30 Juli 2021

Meski jarang sebelumnya kasus penyakit  Difteri pernah muncul secara insidentil di Indonesia. Tetapi saat ini di Indonesia Difteri kembali mewabah lebih hebat dibandingkan peristiwa sebelumnya. Bila sebelumnya hanya pada 1 atau 2 propinsi  terjangkit, saat ini tidak tanggung tanggung hampir separuh provinsi di Indonesia terjangkit Difteri.

Kementerian Kesehatan bahkan sudah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) karena penyakit mematikan yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheriae ini telah memakan puluhan korban jiwa setidaknya di 20 provinsi. Difteri dianggap penyakit menular yang sangat cepat dan sangat ganas. Sehingga saat ada peningkatan 1 kasus penyakit sudah dianggap kejadian luar biasa. Data Kementerian Kesehatan menujukkan sampai dengan November 2017, ada 95 kabupaten dan kota dari 20 provinsi yang melaporkan kasus difteri. Secara keseluruhan terdapat 622 kasus, 32 diantaranya meninggal dunia. Sementara pada kurun waktu Oktober hingga November 2017, ada 11 Provinsi yang melaporkan terjadinya KLB difteri, antara lain di Sumatra Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.  Penyakit difteri memiliki risiko tinggi dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

Depok, salah satu wilayah yang juga rentan terhadap penyebaran difteri di awal tahun 2018 ini mulai melakukan ORI (outbreak response immunization) sebagai upaya mencegah meluasnya penyakit ini. Demikian pula halnya SMPIT Nururrahman yang bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Pancoran Mas melakukan imunisasi DPT untuk seluruh siswa yang dilakukan pada Rabu, 3 Januari 2018.

Untuk diketahui, penyakit difteri adalah penyakit infeksi yang sangat menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphteriae. Penyakit ini memiliki masa inkubasi 2-5 hari dan akan menular selama 2-4 minggu, memiliki gejala antara lain demam, batuk, sulit menelan, selaput putih abu-abu (pseudomembran), pembengkakan pada leher, sulit bernafas.

Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara cepat. Namun penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi rutin yang lengkap (imunisasi dasar pada usia 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan, 18-24 bulan dan usia sekolah dasar). 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Site Statistics

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 16
  • Total visitors : 28,716

Maps Sekolah