SEKILAS INFO
: - Friday, 18-06-2021
  • 2 bulan yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPIT Pesantren Nururrahman Tahun Pelajaran 2021-2022 GELOMBANG 2 : 1 April – 30 Juni 2021. Info lebih lengkap klik ppdd.smpitnururrahman.sch.id

Tuberkulosis (TB) menjadi salah satu penyakit menular yang mematikan di dunia. Masyarakat harus mengetahui bahwa penyakit TB dapat disembuhkan. Penyakit menular ini diakibatkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis)  yang kerap kali menyerang organ tubuh manusia yakni paru-paru (disebut TB Paru). Namun bakteri ini juga menyerang anggota tubuh lainnya seperti selaput otak, kulit, tulang, kelenjar getah bening, dan bagian tubuh lainnya (disebut TB ekstra Paru). Penyakit TBC menyerang sebagian besar kelompok usia produktif, kelompok ekonomi lemah, dan berpendidikan rendah.

Gejala dari penyakit ini antara lain batuk berdahak yang berkepanjangan bahkan hingga mengeluarkan darah, berat badan yang menurun drastis, demam, nafsu makan menghilang, serta sakit pada bagian dada. Beberapa penyebab penyakit TB antara lain adalah kebiasaan merokok, pencemaran udara/polusi, juga tertular oleh suspek TB di sekitarnya. Dahak merupakan sumber penularan utama dari penderita TB melalui udara bila penderita batuk, bersin dan berbicara sehingga percikan dahaknya yang mengandung kuman TB menyebar di udara dan terhirup oleh orang lain. Penderita TB Paru dengan BTA Positif (dalam parunya terdapat bakteri TB) dapat menularkan kepada 10 orang di sekitarnya.

Diagnosa terhadap penyakit TB dapat dilakukan melalui pemeriksaan dahak dengan bantuan mikroskop. Dahak yang diambil adalah dahak Sewaktu-Pagi-Sewaktu (SPS). Dahak Sewaktu (S) pertama adalah saat pertama kali datang periksa ke unit pelayanan kesehatan. Selanjutnya dahak pagi (P) merupakan dahak yang diambil pada pagi hari berikutnya sesaat setelah bangun tidur. Sedangkan dahak Sewaktu (S) kedua yaitu dahak yang diambil di unit pelayanan kesehatan pada saat menyerahkan dahak pagi. Seseorang didiagnosa menderita TB apabila dahaknya mengandung kuman TB.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan penderita TB terbanyak di dunia. Tidak tanggung-tanggung, Indonesia menduduki posisi ke-4 dunia setelah India, China dan Afrika. Hal tersebut tak terbantahkan mengingat banyaknya masyarakat Indonesia yang gemar dengan kebiasaan buruk seperti merokok. Hal tersebut dibuktikan dengan semakin tingginya produksi rokok di Indonesia dari tahun ke tahun, 326.8 miliar batang  (2012), 341.9 miliar batang (2013) dan 361.4 miliar batang (target 2014), Jawa Pos. Belum lagi kondisi sanitasi yang buruk di pemukiman kaum ekonomi lemah semakin membuka lebar jalan bagi kuman TB untuk tersebar luas dalam waktu yang tidak lama. Masih banyak lagi penyebab kuman TB mudah bergerilya namun sering kali masyarakat tidak menyadari kehadiran bakteri mematikan ini disekitarnya.

Berbagai strategi dilakukan oleh pemerintah sebagai upaya pemberantasan penyakit mematikan ini. Pemberantasan Tuberkulosis di Indonesia diprioritas pada peningkatan mutu pelayanan dan penggunaan obat yang rasional untuk memutuskan rantai penularan serta mencegah meluasnya resistensi kuman TBC di masyarakat. Untuk itu diterapkanlah strategi  DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) atas rekomendasi WHO yang diperkenalkan sejak tahun 1996 silam dan telah diimplementasikan secara meluas dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Program ini dilakukan dengan cara mengawasi pasien dalam menelan obat setiap hari, terutama pada fase awal pengobatan.

Tanggal 24 Maret kemudian ditetapkan sebagai Hari TB Sedunia dengan tujuan untuk membangun kesadaran masyarakat tentang bahayanya epidemi penyakit ini. Dilansir dari laman Stop TB, penyakit TB sudah menyebabkan kematian 1,5 juta orang setiap tahun di dunia, terutama negara berkembang. Di Indonesia, upaya menghentikan penyebaran epidemi penyakit ini terus dilakukan termasuk yang dilakukan oleh PPTI (Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia) yang terus menyosialisasikan bahaya penyakit ini.

Hal ini pula yang dilakukan PPTI Kota Depok bekerja sama dengan PKM Pancoran Mas yang melakukan penyuluhan kesehatan bahaya penyakit TB di SMPIT Nururrahman. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 25 Maret 2019 ini, diikuti oleh siswa-siswi SMPIT Nururrahman kelas 7 dan 8. Selain penyuluhan, dilakukan juga screening sebagai bentuk pencegahan sekaligus pengenalan dini penyakit TB, sehingga siswa bisa mengetahui jika ada yang terjangkit penyakit ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Site Statistics

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 2
  • Total visitors : 26,500

Maps Sekolah