Info Sekolah
Selasa, 21 Mei 2024
  • Team IT NR Masih bekerja Keras Terus berinovasi untuk menunjang Proses belajar mengajar di SMPIT Nururrahman, Nantikan Segera Launching Perpustakaan Digital .....
  • Team IT NR Masih bekerja Keras Terus berinovasi untuk menunjang Proses belajar mengajar di SMPIT Nururrahman, Nantikan Segera Launching Perpustakaan Digital .....
26 Juli 2019

Say No to Valentine

Jum, 26 Juli 2019 Dibaca 82x Berita

14 Februari, merupakan hari yang sangat ditunggu oleh sebagian orang. Pada hari itu, ada sebuah event yang sering kita sebut sebagai Valentine Day. Hari dimana tradisi sebagian orang menyatakan kasih sayang kepada orang-orang tersayang. Hari yang sangat identik dengan cokelat dan bunga atau kado-kado lainnya yang dipersembahkan untuk orang-orang tersayang. Padahal, sebagai seorang muslim, kita tidak diperkenankan untuk merayakan Valentine Day. Tapi sebelumnya, apa sih valentine itu, dan bagaimana pandangan Islam tentang Valentine Day?

Dikisahkan bahwa tokoh utama dalam sejarah hari Valentine adalah tiga orang martir (orang suci). Hubungan antara ketiga martir ini dengan hari raya kasih sayang (valentine) tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli Hari Raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Santo atau Orang Suci yang dimaksud adalah Pastur di Roma, Uskup Interamna (modern Terni), dan Martir di propinsi Romawi Afrika. Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti dari emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine (14 Februari), di mana peti dari emas diarak dalam sebuah prosesi dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu dilakukan sebuah misa yang khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.

Valentine Days ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santo yang asal-muasalnya tidak jelas, meragukan dan hanya berbasis pada legenda saja. Namun perayaan Valentine day tetap saja masih dilakukan sampai sekarang. Mereka merayakannya dengan hal-hal yang seperti kita tahu, yakni menyatakan kasih sayang, memberikan sesuatu yang disukai oleh orang terkasih.

Lalu bagaimana Islam memandang Valentine Day?
Rasulullah SAW telah mengatakan kepada kita sebagai kaumnya bahwa, “Barangsiapa yang meniru suatu kaum, maka ia termasuk dalam bagian kaum tersebut.” (HR. Attirmidzi)
Dari hadits tersebut, sangat dijelaskan bahwa kita dilarang mengikuti atau meniru adat suatu kaum. Dan barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum, maka ia termasuk ke dalam bagian kaum tersebut.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, “Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut HARAM”.
Mengapa diharamkan? Karena berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah SWT. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh.

Syaikh Muhammad al-Utsaimin ketika ditanya tentang Valentine Day mengatakan, “Merayakan Hari Valentine itu tidak boleh”, karena alasan berikut :
1. Ia merupakan hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syariat Islam.
2. Ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita).

Berikut merupakan kerusakan yang diakibatkan oleh hari Valentine :
1) Merayakan Valentine berarti meniru-niru orang kafir
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada hadits Rasulullah yang menjelaskan tentang hal ini. Bahwa kita dilarang untuk meniru suatu kaum, jika kita menirunya, maka kita termasuk ke dalam bagian kaum tersbut.

2) Merayakan perayaan orang kafir, bukan ciri-ciri orang beriman
Allah Ta’ala berfirman dalam Qs. Al-Furqan ayat 72 :
“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al Furqon [25]: 72)

3) Merayakan Valentine menjadi hari semangat untuk berzina
Seperti yang kita tahu, Valentine identik dengan kasih sayang terhadap lawan jenis. Padahal, hal tersebut sama saja dengan berzina dan berzina merupakan hal yang sangat dilarang oleh Allah SWT. Padahal mendekati zina saja haram, apalagi melakukannya. Allah Ta’ala berfirman: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al- Israa [17]: 32)

Maka dapat kita simpulkan bahwa hari Valentine seharusnya tidak kita rayakan. Sebagai seorang muslim, kita semestinya mengetahui bahwa perayaan tersebut sangat melanggar syariat Islam dan telah dilarang pula oleh Allah SWT.

Selain hal di atas, ada salah satu faktor yang juga sangat mempengaruhi maraknya perayaan ini, yaitu  tipu daya pebisnis. Dengan mengadakan diskon besar-besaran saat Valentine Day. Maksud hati ingin membahagiakan orang yang kita cinta, justru kita terjebak dalam ajaran yang menyesatkan. Naudzubillah.

Karena itu, dapat kita simpulkan bahwa Valentine Day mengandung banyak keburukan, bukan kebaikan. Jadi, sudah seharusnya sebagai seorang muslim, kita tidak merayakan kegiatan ini. Wallahu ‘alam. (tim jurnalistik)

 

 

 

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Our Visitor

0 1 7 2 6 8
Users Today : 19
Users Yesterday : 51
Total Users : 17268
Views Today : 27
Views This Month : 1638
Total views : 30034

Contact info