SEKILAS INFO
: - Sunday, 26-09-2021
  • 2 bulan yang lalu / Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2021-2022 dilaksanakan pada 26-30 Juli 2021
  • 2 bulan yang lalu / Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2021-2022 dilaksanakan pada 26-30 Juli 2021

“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti bunga utrujjah, baunya harum dan rasanya lezat. Sebaliknya orang mukmin yang tidak suka membaca Al-Qur’an adalah seperti buah korma, baunya tak begitu harum, tetapi manis rasanya. Sedangkan orang munafik yang membaca Al-Qur’an ibarat sekuntum bunga, berbau harum tapi pahit rasanya dan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an tak ubahnya laksana buah hanzalah, tidak berbau dan rasanya pahit sekali.” (HR Bukhari dan Muslim)

Setiap mukmin yakin bahwa membaca Al-Qur’an saja sudah termasuk amal yang sangat mulia dan akan mendapat pahala berlipat ganda, sebab yang dibacanya itu adalah Kitab Suci Ilahi. Al-Qur’an adalah sebaik-baik bacaan bagi orang mukmin, baik di kala senang maupun susah, di saat gembira atau di saat sedih. Malahan membaca Al-Qur’an itu bukan cuma amal dan ibadah, tapi juga menjadi obat dan penawar bagi orang yang gelisah jiwanya.

Tetapi tentunya, membaca Al-Qu’ran dengan tartil sesuai ketentuannya (makharijul huruf, sifatul huruf, ataupun hukum tajwid), tentu menjadi sebuah gambaran tersendiri bagi kesuksesan seorang mukmin. Maka upaya untuk terus tahsinul Quran atau memperbaiki bacaan Al-Qur’an, menjadi indikasi dari keimanan seorang muslim. Seorang muslim yang tidak berusaha memperbaiki bacaan Al-Qur’annya — membaca seadanya saja –, maka keimanannya terhadap Al-Qur’an sebagai kitabullah patut diragukan. Karena bacaan yang bagus adalah cerminan rasa keyakinannya kepada wahyu Allah yang agung ini.

Dalam kaitan inilah, SMPIT Nururrahman sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen menelurkan siswa/i yang berkualitas, berusaha membekali para guru dengan memberikan pelatihan tahsinul qur’an. Sebab, para guru inilah yang nantinya akan membentuk outcome siswa. Pelatihan Tahsin Al-Qur’an dengan metode Bil Qolam yang berlangsung selama 3 hari yang dilaksanakan pada 17-19 Desember ini, menghadirkan 2 nara sumber yaitu Ustadz Ludfillah dan Ustadz Khoirul Anwar, dari Pesantren Ilmu Al-Qur’an (PIQ) Singosari, Malang. 

Bil Qolam adalah sebuah pelatihan praktis membaca Al-Quran menggunakan metode yang biasa digunakan oleh santri Pesantren Ilmu Al Quran, yaitu Metode Jibril, yang juga dikenal dengan Metode PIQ. Metode ini disusun dan dikembangkan oleh Pendiri Pesantren Ilmu Al-Qur’an Singosari, KH. Basori Alwi Murtadho.

Pelatihan Bil Qolam menggunakan susunan kata-kata arobiy yang dimulai dari mengenalkan bunyi per huruf, dua huruf, tiga huruf sampai pada satu kata bahkan satu kalimat menggunakan instrumen 4 lagu khas Pesantren Ilmu Al Quran.

Kegiatan yang diikuti oleh 16 orang Guru dan Karyawan ini secara resmi dibuka oleh Direktur Perguruan Unggul Nururrahman, Tengku Rusdi, Ak.MM. Turut hadir juga, Kepala SMPIT Nururrahman, Ahmad Basyari, M.Pd.I.

Dalam sambutannya, Ahmad Basyari, M.Pd.I menjelaskan tentang latar belakang dilaksanakannya kegiatan Pelatihan Tahsin Al-Qur’an metode Bil Qolam ini. Menurutnya, ada dua hal yang mendasari pelatihan ini, yaitu keinginan adanya standarisasi bacaan Al-Qur’an siswa, sehingga memiliki ciri dan penilaian sama dari semua guru. Dan yang kedua, yaitu peningkatan kualitas guru, sehingga mampu mencapai target yang dicanangkan sekolah.

“Pelatihan ini juga menunjukkan bukti keseriusan sekolah untuk meningkatkan kualitas program unggulan yaitu tahfizh, tidak hanya sekedar kuantitas hafalan, tapi juga kualitas bacaan Al-Qur’an siswa. Terlebih nara sumber pelatihan ini langsung didatangkan dari PIQ, yang kalau kita ilustrasikan seperti air, berarti kita langsung mengambil dari sumbernya,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Tengku Rusdi. Menurutnya, tahsinul Qur’an merupakan langkah terpenting untuk mengkaji Al-Qur’an lebih jauh, termasuk menghafal Al-Qur’an (tahfizhul qur’an). “Orang hafal qur’an tapi bacaannya tidak baik, sama seperti orang membawa air di ember bocor. Jadi sia-sia,” urainya.

Dengan pelatihan ini, diharapkan kualitas bacaan guru semakin meningkat dan berdampak positif juga untuk para siswa dalam pengajaran Al-Qur’an, terutama program Unggulan SMPIT Nururrahman, yaitu program tahfizh. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Site Statistics

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 16
  • Total visitors : 28,716

Maps Sekolah