SEKILAS INFO
: - Sunday, 19-09-2021
  • 1 bulan yang lalu / Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2021-2022 dilaksanakan pada 26-30 Juli 2021
  • 1 bulan yang lalu / Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2021-2022 dilaksanakan pada 26-30 Juli 2021
Sosialisasi Sekolah Aman Bencana di SMPIT Nururrahman

Sekolah adalah tempat bagi generasi masa depan merajut cita-cita, maka sekolah harus dirancang seaman mungkin. Kesadaran ini penting dibangun oleh pelaku pendidikan, karena bencana kadang datang tidak dapat diduga. Ada tiga pilar utama untuk membentuk sekolah aman bencana. Pilar pertama, fasilitas aman bencana. Data menunjukkan banyak fasilitas sekolah yang rentan terhadap bencana, Sekolah dibangun tanpa mempertimbangkan faktor keamanan terhadap bencana. Ketika sekolah sudah berdiri seperti sekarang ini untuk melakukan perbaikan gedung tentu memakan dana yang tidak sedikit. Karenanya yang bisa dilakukan adalah memperbaiki hal-hal kecil seperti meja kursi yang aman, tempat almari, pintu dan lain-lain agar anak-anak aman dalam bersekolah.

Pilar kedua, manajemen sekolah aman bencana. Sekolah adalah tempat terlama setelah rumah bagi anak-anak menghabiskan waktu. Ketika terjadi bencana dan mereka berada di sekolah maka menjadi tanggung jawab sekolah untuk melakukan penyelamatan. Karenanya kepala sekolah, guru dan warga sekolah harus paham apa yang harus dilakukan. Manajemen sekolah aman bencana pada akhirnya dapat menjadi budaya dan membentuk karakter warga sekolah dalam menghadapi bencana.

Pilar ketiga, kurikulum. Pendidikan pengurangan risiko bencana di sekolah sudah selayaknya masuk dalam kurikulum pembelajaran di kelas, tentu tidak dengan memunculkan mata pelajaran baru, akan tetapi terintegrasi melalui mata pelajaran yang sudah ada. Misalkan mata pelajaran IPS, IPA, Agama dan mata pelajaran yang lainnya. Guru harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang kebencanaan agar mampu mengkaitkan mata pelajaran yang diajarkan dengan kejadian bencana. Pengintegrasian pemahaman kebencanaan ke dalam mata pelajaran penting agar siswa tidak terbebani dengan materi baru.

Sayangnya, keberadaan sekolah atau madrasah aman bencana. Padahal seharusnya sekolah memperhatikan aspek kesiap siagaan menghadapi bencana. Misalnya, ketersediaan jalur evakuasi dan rambu-rambu informasi mengenai bencana di lingkungan sekolah. Selain itu adanya kegiatan periodik simulasi menghadapi bencana, juga menjadi bagian penting yang tak boleh diabaikan begitu saja.

Dalam kaitan inilah, SMPIT Nururrahman bekerja sama dengan Dompet Dhuafa Disaster Management Center (DMC) melakukan sosialisasi Sekolah Aman Bencana pada Jum’at, 11 Januari 2019, terhadap seluruh siswa SMPIT Nururrahman. Sementara itu, sosialisasi kepada para guru dilakukan pada Jum’at, 4 Januari 2019 lalu. Tak hanya menyampaikan pentingnya sekolah yang aman dari bencana bagi anak, dilakukan juga simulasi penanganan bencana sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah dibuat ketika terjadi bencana.

Dalam simulasi tersebut ditekankan pentingnya guru sebagai “pengelola” dan leader di kelas untuk memberi komando kepada siswa ketika terjadi bencana. Misalnya, ketika terjadi gempa bumi, guru akan mengkomando para siswa untuk melindungi diri terutama bagian kepala dari potensi tertimpa benda-benda dengan cara berlindung di kolong meja. Begitu pun ketika gempa sudah berhenti, disimulasikan bagaimana guru mengarahkan siswa keluar dari kelas dan mengikuti jalur evakuasi untuk berkumpul di tempat aman (meeting point)

Adanya simulasi ini tentu merupakan salah satu bentuk edukasi kepada siswa untuk bersiaga kapan pun dan dimanapun. Ini juga menunjukkan kepedulian dan keseriusan SMPIT Nururrahman untuk menciptakan sekolah yang aman bagi siswa. (*) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Site Statistics

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 5
  • Total visitors : 28,501

Maps Sekolah