SEKILAS INFO
: - Sunday, 07-03-2021
  • 3 bulan yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPIT Pesantren Nururrahman Tahun Pelajaran 2021-2022 dilaksanakan mulai tanggal 1 Desember 2020 – 22 Januari 2021. Info lebih lengkap klik ppdd.smpitnururrahman.sch.id

Selama ini, jika kita berbicara mengenai seks, maka yang terbersit dalam benak sebagian besar orang adalah hubungan seks. Padahal, seks itu artinya jenis kelamin yang membedakan pria dan wanita secara biologis.

Orang pasti akan menganggap tabu jika membicarakan tentang seks, dianggapnya sex education akan mendorong remaja untuk berhubungan seks. Sebagian besar masyarakat masih berpandangan stereotype dengan pendidikan seks (sex education) seolah sebagai suatu hal yang vulgar.

Padahal pendidikan seks  adalah suatu informasi mengenai persoalan seksualitas manusia yang jelas dan benar. Informasi itu meliputi proses terjadinya pembuahan, kehamilan sampai kelahiran, tingkah laku seksual, hubungan seksual, dan aspek-aspek kesehatan, kejiwaan dan kemasyarakatan.

Pendidikan seks atau pendidikan mengenai kesehatan reproduksi atau yang lebih trend-nya “sex education” sudah seharusnya diberikan kepada anak-anak yang sudah beranjak dewasa atau remaja, baik melalui pendidikan formal maupun informal. Ini penting untuk mencegah biasnya sex education maupun pengetahuan tentang kesehatan reproduksi di kalangan remaja.

Untuk itulah, pada Rabu, 14 Februari 2018 lalu bertempat di Masjid Nururrahman, SMPIT Nururrahman menyelenggarakan kegiatan Talkshow Pendidikan Seks Remaja dengan tema “Yuk Selamatkan Generasi Muda dari Bahaya Pornografi” yang menghadirkan Dewi Sugiharti, Psi.CH.MCH (Psikolog) dan GenRe PIK R (Generasi Berencana Pusat Informasi dan Konsultasi Remaja) kota Depok, dan dimoderatori oleh Achmad Faozan, Lc.

Dalam kesempatan tersebut, Dewi Sugiharti menyoroti bahaya internet bagi generasi muda, terutama dengan begitu mudahnya akses informasi tersebut bisa masuk ke ruang privat rumah kita, ditambah lagi minimnya pengawasan orang tua.

“Kalau dulu penjajah di Indonesia kita bisa langsung lihat. Kalau dia tinggi, putih, bisa jadi dia orang Belanda. Tappi sekarang, penjajah itu ada di rumah kita sendiri,” ucapnya.

Penjajah yang dimaksud tentunya internet yang begitu mudahnya dapat diakses semua orang, termasuk anak-anak. Malah sering karena lengahnya orang tua, generasi muda rusak karena internet. Di Depok sendiri, 600 orang terjangkit HIV/AIDS lantaran pergaulan yang tidak sehat, kecanduan pornografi.

Mengapa ini bisa terjadi? Jawabnya karena kebanyakan generasi muda sudah dipengaruhi oleh kebiasaan yang kurang baik. Dan juga kurangnya penanaman akidah.

Riset menyebutkan bahwa pornografi memiliki dampak yang lebih berbahaya dibanding NAPZA. Dan kecanduan pprnografi akan lebih sulit disembuhkan dibanding pecandu narkoba.

Oleh karena itu, mari kita tanamkan kesadaran diri akan bahaya pornografi, agar Indonesia tetap memiliki generasi penerus yang sehat, cerdas, dan ceria. (Alika Humaira)

TINGGALKAN KOMENTAR

Site Statistics

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 14
  • Total visitors : 24,941

Maps Sekolah