SEKILAS INFO
: - Friday, 18-06-2021
  • 2 bulan yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPIT Pesantren Nururrahman Tahun Pelajaran 2021-2022 GELOMBANG 2 : 1 April – 30 Juni 2021. Info lebih lengkap klik ppdd.smpitnururrahman.sch.id
TEMU PENYAIR ASIA TENGGARA DI KOTA PADANG PANJANG

Temu Penyair Asia Tenggara telah dilaksanakan di Kota Serambi Makkah Padang Panjang pada tanggal 3-6 Mei 2018. Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang memfasilitasi berupa akomodasi dan konsumsi selama kegiatan berlangsung. Seluruh penyair bermukim di rumah-rumah warga (homestay) di dua desa wisata andalan Kota Padang Panjang, yaitu Kubu Gadang dan Sigando.

Bahwasannya  Kota Padang Panjang merupakan kota yang berhawa sejuk, sangat dingin di malam hari, sebab kota ini berada di kaki tiga gunung yang merupakan pasak bumi Ranah Minang, yaitu Gunung Tandikek, Singgalang dan Marapi. Kota ini juga sering diguyur hujan dan kabut.

Panitia menyediakan bus angkutan di Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM) di Kota Padang setiap bus didampingi 2 (dua) orang petugas panitia (Volunteer) . Mereka memegang Papan Nama bertulis TAMU TEMU PENYAIR ASIA TENGGARA. Volunteer membantu mengarahkan peserta ke bus angkutan di halaman parkir bandara. Jarak tempuh perjalanan lebih kurang 2 (dua) jam dari Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM) ke Padang Panjang.

Registrasi peserta dilaksanakan di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang . Kemudian panitia memberikan gelang kulit produk kas Padang Panjang ada sebuah kata yang bertuliskan Padang Panjang Kota Literasi. Panitia juga memberikan sebuah tas yang berisikan Buku Antologi Puisi Penyair Asia Tenggara (Epitaf Kota Hujan) khusus 200 peserta yang lolos kurasi, Panduan Acara, Kokarde Peserta, Makalah Seminar Sastra, Pena dan Buku Catatan dan sebuah kaos. Setelah registrasi selesai, peserta diantar ke home stay sesuai pembagian dengan pembagian lokasi. Lokasi penginapan berada di Desa Wisata Kubu Gadang dan Sigando.

Tim Panitia mengarahkan peserta ke Objek Wisata Mifan Water Boom, lokasi Temu Penyair Asia Tenggara 2018 dibuka. Sejumlah pejabat, tamu undangan, penyair, beramah tamah sembari makan malam menikmati masakan khas Padang Panjang. Sejumlah pejabat memberi sambutan, dan penyair-penyair membaca puisi. Tidak hanya itu, dan ada pertunjukan kesenian tradisi Minang yang sangat menarik dan menghibur peserta. Seminar Sastra diadakan di aula Mifan Water Park. Pembicara (3 dari Indonesia, dan 3 dari luar negeri Malaysia, Thailand, Brunai Darussalam.

Di halaman rumah gadang yang megah penyair-penyair Asia Tenggara membaca puisi, dengan lanskap gonjong Rumah Gadang PDIKM baca puisi hingga senja tiba. Sehabis itu, peserta didampingi panitia kembali memasuki bus, kemudian menuju lokasi penginapan di Desa Wisata Sigando dan Kubu Gadang. Di malam hari diadakan kegiatan  baca Puisi Penyair Asia Tenggara.

Pencanangan Padang Panjang Kota Literasi dan Pemecahan Rekor MURI penulisan puisi terbanyak tentang bahaya Narkoba. Pemecahan Rekor MURI penulisan puisi terbanyak dilakukan oleh seluruh pelajar SD, SMP, SMA/Sederajat Kota Padang Panjang. Tim MURI datang ke Padang Panjang. Penyair Asia Tenggara diajak mengunjungi beberapa sekolah bersejarah di Kota Padang Panjang untuk menyaksikan kegiatan itu, sekaligus membaca puisi. Untuk Perwakilan dari kota Depok dalam Temu Penyair Asia Tenggara di Padang Panjang hanya satu peserta yaitu Muhammad Suharto. Dan ditempatkan di SMP N 1 Padang Panjang sekaligus membacakan puisi.

Seluruh penyair, pelajar, dan masyarakat Kota Padang Panjang diundang ke Lapangan Bancahlaweh, di kaki Bukit Tui, mengikuti kegiatan Pencanangan Padang Panjang Kota Literasi. Kepala Perpusnas RI melakukan pencanangan sebagai wujud keseriusan Kota Padang Panjang mendukung Gerakan Literasi Nasional. Sekaligus peluncuran Buku Antologi Puisi “Epitaf Kota Hujan” yang merupakan karya Penyair Asia Tenggara. Di lapangan ini juga disemarakkan dengan Pameran Buku dari Mobil Perpustakaan Keliling milik Perpustakaan Daerah. Kegiatan berlangsung hingga sore hari, sebelum peserta kembali ke lokasi penginapan di Sigando dan Kubu Gadang.

Malam penutupan semua kegiatan dipusatkan di Kubu Gadang. Masyarakat Kubu Gadang menyambut Penyair Asia Tenggara dengan sejumlah kesenian tradisi. Desa ini dikenal dengan olahraga anak nagari berupa Silek Lanyah, bersilat di dalam lumpur sawah. Malam itu, di bawah sorot sinar bohlam dan puluhan obor yang menerangi malam.

Di hari terakhir ini, panitia memfasilitasi sarapan pagi. Bus panitia mengantarkan penyair  ke Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM ) dan peserta mengambil sertifikat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang. Alhamdulillah kegiatan ini banyak hikmah yang bisa diambil. Semoga bisa menjadi amal ibadah. Amiin.

Muhammad Suharto (Perwakilan Penyair Asia Tenggara dari Kota Depok)

TINGGALKAN KOMENTAR

Site Statistics

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 2
  • Total visitors : 26,500

Maps Sekolah