SEKILAS INFO
: - Friday, 18-06-2021
  • 2 bulan yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPIT Pesantren Nururrahman Tahun Pelajaran 2021-2022 GELOMBANG 2 : 1 April – 30 Juni 2021. Info lebih lengkap klik ppdd.smpitnururrahman.sch.id
Spirit Tahun Baru Hijriyah SMPIT Nururrahman

Tahun baru Islam atau yang lebih kita kenal dengan tahun baru Hijriyah, selain  sebagai tonggak utama peradaban Islam, penanggalan Hijriyah yang dimulai pada tahun 622 Masehi hendaknya juga dipandang sebagai pondasi awal amalan-amalan shalih yang akan kita lakukan sepanjang tahun ini.

Kiranya, ada tiga hal yang dapat kita lakukan sebagai refleksi atas tahun yang telah berlalu dan resolusi yang akan kita lakukan. Pertama, keshalehan individual. Kedua, keshalehan sosial. Ketiga, keshalehan universal. Jika keshalehan individual adalah bentuk  ketaatan pribadi yang dibuktikan dengan ibadah-ibadah (pengabdian) manusia dengan Tuhan-Nya, maka, keshalehan sosial dan universal lebih bersifat horisontal yakni hubungan manusia dengan alam, manusia dengan sesamanya juga manusia dengan makhuk hidup lainnya. Sehingga, spirit tahun baru Hijriyah selain dihiasi dengan euphoria pawai obor dan sejumlah perlombaan, hendaknya juga dimaknai sebagai refleksi atas tiga keshalehan demi meraih kebahagiaan dan kemenangan (al-falah) yang hakiki.

Keluarga Besar SMPIT Nururrahman sangat menyadari kondisi tersebut. Karenanya, untuk memperingati Tahun Baru Hijriyah 1441 ini, SMPIT Nururrahman mengadakan kegiatan Bedah Film tentang pejuang Islam Shalahuddin Al-Ayubi yang dilaksanakan pada Senin, 2 September 2019.

Yusuf bin Najmuddin al-Ayyubi (يوسف بن نجم الدين) adalah seorang jenderal dan pejuang muslim Kurdi dari Tiktit (daerah utara Irak saat ini). Ia mendirikan Dinasti Ayyubiyah di Mesir, Suriah, sebagian Yaman, Irak, Mekkah Hejaz, Diyar Bakr. Ia lebih dikenal dengan nama julukannya yaitu, Salahuddin Ayyubi/Saladin/Salah ad-Din (صلاح الدين الأيوبي). Salahuddin terkenal di dunia Muslim dan Kristen karena kepemimpinan, kekuatan militer, dan sifatnya yang ksatria dan pengampun pada saat ia berperang melawan tentara salib. Sultan Salahuddin Al Ayyubi juga adalah seorang ulama. Ia memberikan catatan kaki dan berbagai macam penjelasan dalam kitab hadits Abu Dawud.

Selama dua bulan memerintah Mesir, Shalahuddin membuat kebijakan-kebijakan progresif yang visioner. Ia membangun dua sekolah besar berdasarkan madzhab Ahlussunnah wal Jamaah. Hal ini ia tujukan untuk memberantas pemikiran Syiah yang bercokol sekian lama di tanah Mesir. Hasilnya bisa kita rasakan hingga saat ini, Mesir menjadi salah satu negeri pilar dakwah Ahlussunnah wal Jamaah atau Sunni. Kebijakan lainnya yang ia lakukan adalah mengganti penyebutan nama-nama khalifah Fathimiyah dengan nama-nama khalifah Abbasiyah dalam khutbah Jumat.

Shalahuddin adalah salah satu Sultan yang berhasil memasuki Jerusalem pada hari Jumat 27 Rajab 583 H / 2 Oktober 1187, kota tersebut kembali ke pangkuan umat Islam setelah selama 88 tahun dikuasai oleh orang-orang Nasrani. Kemudian ia mengeluarkan salib-salib yang terdapat di Masjid al-Aqsha, membersihkannya dari segala najis dan kotoran, dan mengembalikan kehormatan masjid tersebut.

Upaya mengenal dan membahas pejuang muslim ini, diharapkan spirit Shalahuddin Al-Ayubi “menular” kepada generasi muslim khususnya siswa/i SMPIT Nururrahman untuk membawa kejayaan untuk sekolah, bangsa, dan agama yang dicintai ini. Semoga… (*)



TINGGALKAN KOMENTAR

Site Statistics

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 2
  • Total visitors : 26,500

Maps Sekolah