SEKILAS INFO
: - Tuesday, 15-06-2021
  • 2 bulan yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPIT Pesantren Nururrahman Tahun Pelajaran 2021-2022 GELOMBANG 2 : 1 April – 30 Juni 2021. Info lebih lengkap klik ppdd.smpitnururrahman.sch.id
Solidaritas Siswa/i SMPIT Nururrahman untuk Korban Banjir

Awal Tahun 2020 ini, Indonesia kembali berduka. Banjir kembali merendam sejumlah wilayah, tepatnya pada hari pertama pergantian tahun. Hujan dengan intensitas tinggi sejak malam tahun baru, membuat wilayah Jabodetabek terendam. Berdasarkan data yang dibagikan oleh BNPB, tercatat ketinggian air maksimal pada bencana banjir awal tahun ini mencapai 6 meter, yaitu di wilayah Kota Bekasi.

Hujan lebat yang mengguyur pada puncak perayaan tahun baru disebut sebagai salah satu penyebab terjadinya banjir di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten itu. Akibat dari musibah banjir yang disertai tanah longsor di berbagai wilayah ini, lebih dari 60 warga dilaporkan meninggal dunia. Terdapat beberapa faktor yang disebut menjadi penyebab jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa ini, di antaranya adalah terseret arus, tersengat listrik, kedinginan atau hipotermia, serta tertimbun material longsor.

Bencana yang terjadi di awal tahun ini pun berhasil menyita perhatian dunia. Dilansir dari Kompas.com, sejumlah media internasional seperti South China Morning Post, CNN, dan The Guardian dikabarkan turut memberitakan musibah banjir yang terjadi di wilayah Jabodetabek ini.

Akibat bencana tersebut, beberapa wilayah ditetapkan sebagai status tanggap darurat. Misalnya, untuk wilayah Provinsi Banten meliputi Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan yang berlangsung selama 14 hari terhitung 1 Januari 2020 hingga 14 Januari 2020.

Surat Keputusan Gubernur Banten nomor 362/Kep.I-Huk/2020 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Wilayah Provinsi Banten Tahun 2020 didasarkan atas pernyataan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Nomor UM.103/106/KTSL/XII/2019 pada hari Kamis (16/12) tentang Informasi Puncak Musim Hujan 2019/2020 dan Prakiraan Curah Hujan hingga 3 bulan ke depan di Provinsi Banten dan DKI Jakarta.

Kemudian, Keputusan Bupati Lebak Nomor 366/Kep.1-BPBD/2020 tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Penanganan Bencana Alam Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Kabupaten Lebak dan Surat Pernyataan Tanggap Darurat Bencana dari Walikota Tangerang Nomor 366/04364-BPBD/2020 tanggal 1 Januari 2020.

Berdasarkan data sementara banjir, bandang di Kabupaten Lebak mengakibatkan sekitar 2000 rumah terdampak, sebanyak 14 jembatan yang rusak termasuk 2 jembatan milik Provinsi Banten dan satu ruas jalan yang rusak. Wilayah Lebak termasuk salah satu wilayah yang mengalami akibat terparah.

Sebagai bentuk solidaritas, SMPIT Nururrahman pun melakukan pengagalangan dana sejak awal masuk sekolah semester genap dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 10.550.000. Selanjutnya, pada Sabtu, 11 Januari 2020 lalu, tim SMPIT Nururrahman bekerja sama dengan tim ACT, Mujahidah Nusaibah, ODOJ dan beberapa relawan lainnya mendatangi salah satu desa yang terdampak bencana banjir cukup parah yaitu, Desa Sukarame, Kecamatan Sajira, Lebak Banten. pada kesempatan tersebut tim memberi bantuan berupa makanan, obat-obatan, pakaian dewasa dan anak-anak, alas tidur, dan kebutuhan harian lainnya yang dibutuhkan warga. Bantuan tersebut diterima langsung para warga dengan disaksikan oleh Tokoh setempat yaitu H. Ayi.

Desa Sukarame sejatinya merupakan salah satu desa yang terisolir disebabkan jembatan penghubungnya hancur tergerus banjir, sehingga untuk mencapai desa tujuan harus mengambil jalan memutar dengan kondisi jalan rusak dan belum teraspal. Menurut penuturan H, Ayi, banjir di desa tersebut mencapai ketinggian tak kurang dari 3 meter. Ini juga bisa dilihat dari bekas lumpur yang tampak ada di pohon kelapa hingga mencapai setengah bagian dari pohon kelapa. Akibat banjir tersebut, sekitar 40 rumah hancur terseret, termasuk bangunan madrasah dan majlis ta’lim. Hewan ternak berupa kambing atau ayam pun habis tak tersisa.

Terlepas dari bantuan yang telah diberikan, tentunya masyarakat berharap agar keadaan mereka bisa kembali pulih, baik tempat tinggal maupun usaha sehari-hari. Untuk itu tentunya dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak agar permasalahan yang saat ini menimpa masyarakat bisa segera terselesaikan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Site Statistics

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 6
  • Total visitors : 26,478

Maps Sekolah