Info Sekolah
Rabu, 17 Jul 2024
  • Team IT NR Masih bekerja Keras Terus berinovasi untuk menunjang Proses belajar mengajar di SMPIT Nururrahman, Nantikan Segera Launching Perpustakaan Digital .....
  • Team IT NR Masih bekerja Keras Terus berinovasi untuk menunjang Proses belajar mengajar di SMPIT Nururrahman, Nantikan Segera Launching Perpustakaan Digital .....
13 Juni 2024

Jangan Sepelekan, Bullying Berdampak bagi Korban dan Pelaku

Kam, 13 Juni 2024 Dibaca 101x Berita

Dalam dunia pendidikan, dikenal dengan istilah “tiga dosa besar” yang merupakan permasalahan serius yang mengancam keamanan dan kesejahteraan peserta didik di lingkungan sekolah. Kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi merupakan masalah yang tidak hanya mengganggu proses pembelajaran, tetapi juga membahayakan masa depan generasi penerus bangsa. Kehadiran “tiga dosa besar” ini mencerminkan kondisi yang memprihatinkan dalam sistem pendidikan yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

Untuk itulah, maka SMPIT Pesantren Nururrahman bekerjasama dengan komunitas WPA (Warga Peduli Aids) Kecamatan Pancoran Mas, menggelar kegiatan Talk Show dengan tema “Bahaya Bullying dan Cara Mengatasinya” pada Kamis, 13 Juni 2024. Kegiatan yang dilaksanakan di dua lokasi terpisah, yaitu di Masjid Nururrahman dengan pembicara Ramdani, S,Pd dan Alonso Aryabima Wijaya, dan Aula SMPIT Nururrahman yang menampilkan Rosanah dan Akgristiano Bundeka Putri.

Bullying (perundungan) merupakan tindakan mengintimidasi dan memaksa seorang individu atau kelompok yang lebih lemah untuk melakukan sesuatu di luar kehendak mereka, dengan maksud untuk membahayakan fisik, mental atau emosional melalui pelecehan dan penyerangan. Seorang anak bisa melakukan bullying jika ia tidak percaya dengan dirinya sendiri. Hal ini dilakukan untuk menutupi kekurangan yang ada di dalam dirinya, sehingga bullying akan terjadi untuk menindas teman di sekolah yang memiliki kelebihan, namun kelebihan tersebut tidak dimiliki pelaku bullying.

Kasus bullying atau perundungan tampak sudah menjadi hal yang tak lumrah di kalangan masyarakat. Banyak sekali pemberitaan terkait kasus bullying di media massa seperti koran, televisi, radio bahkan beredar video-video perundungan di media sosial. Hal ini bukanlah masalah yang sepele. Pelaku bullying perlu ditindak dan diberi arahan agar mereka sadar bahwa tindakan tersebut merupakan perbuatan yang tidak baik.

Pelaku bullying biasanya mengintimidasi seseorang melalui sikap, perkataan dan tindakan. Namun, bukan hanya kekerasan terhadap fisik saja tetapi juga dapat menyerang psikis korban. Contohnya seperti mengejek, membicarakan korban hingga pengucilan yang dapat menyerang psikis. Pelaku bullying akan membuat anak merasa tidak nyaman sehingga kesehatan mental anak menjadi terganggu.

Rasa takut dan cemas ini pun bisa berkembang jadi perasaan paranoid, cemas berlebihan kalau melakukan kesalahan, over sensitive, dan membentuk kepribadian people pleaser. Selain itu, dari sisi akademis, performa anak juga berisiko menurun. Anak susah fokus, nilai cenderung rendah, dan muncul perasaan rendah diri serta tidak berharga. Dampak bullying bisa saja masih melekat pada anak sampai ia tumbuh dewasa. Korban bisa memiliki pikiran bunuh diri (suicidal thought) dan sampai pada tahap percobaan bunuh diri.

Tak cuma korban, pelaku pun bisa menjadi terdampak perundungan. Terkadang pelaku tidak sadar bahwa perbuatannya merugikan orang lain. Ketika tidak tahu dia salah, lalu diberitahu dia salah, dampaknya bisa rasa bersalah berlebihan, bisa jadi menyalahkan dirinya berlebihan, rendah diri, dan bukan tidak mungkin kecemasan dan depresi. Jika bullying tidak ketahuan atau tidak ada sanksi, pelaku akan belajar bahwa tidak ada risiko bila melakukan kekerasan. Semakin lama, pelaku semakin lihai melakukan aksinya. ‘Keberhasilan’ bullying pun bisa berlanjut ke bentuk kekerasan lain.Awalnya, pelaku sebatas bullying verbal, lalu karena reaksi korban buat dia ‘positif’ kemudian berlanjut ke bully fisik.
Mengingat dampak bullying yang sangat berbahaya bagi pelaku dan korban, maka perlu untuk mengetahui cara mencegah bullying, diantaranya yaitu:
  1. Pencegahan Dimulai melalui Anak

Peran penting orang tua dalam mendidik anak sangat dibutuhkan untuk membentuk kepribadian seorang anak. Anak-anak perlu didorong serta diawasi agar dapat melawan tindakan perundungan yang terjadi di lingkungan sekitar. Cara yang dapat dilakukan antara lain seperti memberikan pendidikan untuk memilih kelompok bermain, seta mengajarkan anak untuk mengolah emosi saat mengalami perundungan.

  1. Waspada

Sebuah perilaku yang dianggap hanya sebagai candaan terkadang dapat membuat seseorang tersinggung sehingga dapat menyebabkan stres serta menjadi sebuah indikator terjadinya perundungan. Apabila hal ini tidak segera ditangani dengan baik maka akan memberikan dampak negatif bagi kehidupan seseorang.

  1. Hadapi Pelaku Bullying

Tindakan bullying sangat dikecam keras, peran guru sangat penting dalam mengajak serta memahami dengan bicara serta mempertanyakan alasan dari tindakan sang pelaku perundungan. Cara ini perlu dilakukan secara privasi tanpa ada pelibatan dari orang lain.

  1. Mencegah dari Lingkungan Masyarakat

Pencegahan tidak hanya terjadi di lingkungan keluarga atau di lingkungan sekolah tapi perlu dilakukan di lingkungan masyarakat maupun online. Membangun suatu kelompok masyarakat yang peduli terhadap perlindungan anak dapat dimulai sejak dini seperti, mengajarkan kelompok muda melakukan berbagai kegiatan sosial.

  1. Menanggapi Laporan Bullying

Sebuah kewajiban dari sang guru untuk selalu siap dalam menanggapi laporan kasus bullying seperti ancaman, dan intimidasi. Guru wajib menunjukan sebuah kepedulian, apabila siswa korban bullying menceritakan kisah selama mengalami kekerasan baik verbal dan non verbal. (*)

 

 

 

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Our Visitor

0 2 0 7 5 6
Users Today : 128
Users Yesterday : 180
Total Users : 20756
Views Today : 174
Views This Month : 2214
Total views : 35902

Contact info