THANK YOU FOR INTEREST IN OUR EBOOK
YOUR DOWNLOAD IS READY!
Hujan deras yang turun tanpa henti selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir meluas di sejumlah wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Luapan sungai yang tak terbendung menyapu permukiman warga, merusak rumah, fasilitas umum, serta memutus akses transportasi antarwilayah. Bencana ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat yang terdampak.
Di Sumatera Utara, air bah merendam ratusan rumah hingga ketinggian mencapai dada orang dewasa. Warga terpaksa mengungsi ke masjid, sekolah, dan balai desa dengan membawa barang seadanya. Sejumlah jalan utama tidak dapat dilalui kendaraan, aktivitas perekonomian lumpuh, dan kegiatan belajar mengajar terhenti sementara.
Sementara itu di Sumatera Barat, banjir disertai lumpur dan material kayu menghantam permukiman di daerah aliran sungai. Banyak rumah mengalami kerusakan berat, bahkan sebagian hanyut terbawa arus. Sawah dan kebun warga tertutup lumpur tebal, menyebabkan gagal panen dan kerugian ekonomi yang besar. Jembatan penghubung antar kampung rusak, sehingga distribusi bantuan menjadi terhambat.
Kondisi tidak kalah memprihatinkan terjadi di Aceh. Di Aceh Utara, banjir menggenangi desa-desa yang berada di sekitar aliran sungai. Rumah warga terendam air bercampur lumpur, perabot rusak, dan sawah yang menjadi sumber penghidupan masyarakat tidak dapat diselamatkan. Kondisi serupa terjadi di Aceh Timur, di mana air setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa merendam permukiman dan memaksa warga meninggalkan rumah mereka.
Banjir juga melanda Aceh Besar. Genangan air menutup akses jalan dan merendam fasilitas umum, termasuk sekolah dan tempat ibadah. Aktivitas pendidikan dan pelayanan masyarakat terhenti sementara akibat kondisi tersebut.
Di wilayah Bireuen, Pidie, dan Pidie Jaya, luapan sungai menyebabkan ratusan rumah terendam. Lahan pertanian dan kebun warga tertutup air, mengakibatkan kerugian besar bagi para petani. Warga harus bertahan di pengungsian dengan keterbatasan logistik dan air bersih.
Sementara itu, Aceh Tamiang turut terdampak banjir yang menggenangi kawasan permukiman serta jalan penghubung antarwilayah. Aktivitas ekonomi masyarakat terhenti karena akses transportasi terganggu. Di bagian selatan Aceh, tepatnya di Aceh Selatan, banjir disertai longsor terjadi di beberapa titik. Longsor menutup jalan dan merusak rumah warga di kawasan perbukitan.



Berdasarkan pendataan sementara, ribuan warga terdampak, ratusan rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat, dan sejumlah korban dilaporkan meninggal dunia mencapai 1.178 orang di tiga provinsi terdampak. Kerugian materi diperkirakan mencapai miliaran rupiah, mencakup kerusakan rumah, infrastruktur, lahan pertanian, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Di tengah situasi darurat tersebut, siswa SMPIT Pesantren Nururrahman menunjukkan kepedulian dan empati dengan menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan. Kegiatan ini dilakukan di lingkungan sekolah dengan melibatkan seluruh siswa, guru, dan orang tua sebagai wujud solidaritas terhadap saudara-saudara yang tertimpa bencana dan berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp. 14.000.000,-
Dana yang berhasil dikumpulkan akan digunakan untuk membantu kebutuhan mendesak para korban banjir, seperti bahan makanan, air bersih, perlengkapan kebersihan, dan kebutuhan anak-anak. Selain melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Depok, bantuan tersebut juga disalurkan melalui relawan yang berada langsung di lokasi terdampak agar dapat diterima oleh korban secara tepat sasaran.
Bantuan tersebut disampaikan melalui Team Relawan Emak-emak Penyayang, pada Jum’at, 26 Desember 2025 kepada warga di Kp. Gampong Bundar, Kec. Karang Baru. Kab. Aceh Taming kepada 24 orang warga di di kampung tersebut dan 4 orang relawan berjibaku membantu warga. Selain itu, donasi juga diberikan dalam bentuk Giat Distribusi Air Bersih yang telah dilaksanakan pada Rabu, 31 Desember 2025 kepada warga di Sibuluan Nalambok, Tapanuli Tengah.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa aksi ini menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi siswa. “Kami ingin menanamkan nilai kepedulian, empati, dan semangat berbagi sejak dini. Bencana ini menjadi pengingat bahwa saling membantu adalah tanggung jawab bersama,” ucap H. Achmad Faozan, Lc.M.M, Kepala SMPIT Pesantren Nururrahman.
Aksi kemanusiaan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban banjir sekaligus menjadi pembelajaran berharga bagi siswa tentang arti kepedulian sosial dan gotong royong di tengah musibah. (*)
Donec sed consectetur augue. Sed tempor eu ante vitae imperdiet.
Like us on facebook
Follow Our Instagram
Follow us on Twitter
pin with us on Pinterest
“Phasellus cursus, orci ut maximus mattis, sem ligula vulputate justo, vel congue dui lorem et nibh. Donec eros tortor, posuere at aliquet ut, commodo ut quam. Vivamus ultricies, leo vel auctor feugiat, nisl lacus porta orci, a euismod diam lorem eget nunc. Mauris venenatis vulputate facilisis. Aenean congue sapien diam, sed bibendum nisl tincidunt vel. Integer eget faucibus nibh.”