THANK YOU FOR INTEREST IN OUR EBOOK
YOUR DOWNLOAD IS READY!
Kesadaran lingkungan menjadi bagian penting dari pembelajaran di SMPIT Nururrahman. Pada Rabu (13/8), SMPIT Nururrahman bekerjasama dengan World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia menggelar kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Program Zero Waste yang dihadiri oleh seluruh siswa dan guru. Kegiatan ini sendiri dilaksanakan di masjid Nururrahman dan Aula SMPIT Nururrahman.
Zero Waste School merupakan kegiatan turunan dari program Plastic Smart Cities WWF-Indonesia yang memaksimalkan sekolah untuk ikut berperan meningkatkan kesadaran siswa dengan membangun program aksi mengurangi konsumsi sampah plastik di 3 kota (Jakarta, Bogor, dan Depok).
Acara dimulai pukul 13.15 WIB ini dibuka dengan sambutan Kepala SMPIT Pesantren Nururrahman, H. Achmad Faozan, Lc.M.M, yang menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian dari nilai keislaman dan tanggung jawab sosial.
“Menjaga bumi adalah amanah dari Allah. Program Zero Waste ini sejalan dengan misi kami untuk mendidik siswa agar menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan peduli lingkungan,” ujarnya.


Sementara itu perwakilan WWF Indonesia, menyampaikan materi utama yang mengupas tantangan pengelolaan sampah di Indonesia, yang menurut data, mencapai lebih dari 68 juta ton per tahun. Untuk itu diperlukan solusi dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten.
“Zero Waste bukan berarti kita sama sekali tidak menghasilkan sampah, tetapi bagaimana kita mengelola, mengurangi, dan memanfaatkan kembali sampah sehingga dampaknya terhadap lingkungan sangat minim,” jelasnya.
Dalam sesi sosialisasi, siswa diajak untuk mengenali jenis-jenis sampah, memahami konsep 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Replace), dan mendiskusikan permasalah sampah yang sering ditemukan dan solusi yang dapat diambil. Materi disampaikan secara interaktif, dilengkapi video edukasi dan kuis berhadiah yang membuat siswa antusias.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang difasilitasi guru dan tim WWF. Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan diminta memetakan masalah sampah. Beberapa kelompok menemukan bahwa sampah plastik sekali pakai dari kantin masih mendominasi, sementara kelompok lain menyoroti penumpukan sampah kertas dari kegiatan belajar mengajar. Dari diskusi tersebut lahir beragam ide kreatif.
Sebagai bentuk komitmen, seluruh warga sekolah berupaya untuk melaksanakan “Deklarasi Zero Waste” yang berisi janji untuk mengurangi sampah, memilah, dan mengolahnya secara bijak. (*)
Donec sed consectetur augue. Sed tempor eu ante vitae imperdiet.
Like us on facebook
Follow Our Instagram
Follow us on Twitter
pin with us on Pinterest
“Phasellus cursus, orci ut maximus mattis, sem ligula vulputate justo, vel congue dui lorem et nibh. Donec eros tortor, posuere at aliquet ut, commodo ut quam. Vivamus ultricies, leo vel auctor feugiat, nisl lacus porta orci, a euismod diam lorem eget nunc. Mauris venenatis vulputate facilisis. Aenean congue sapien diam, sed bibendum nisl tincidunt vel. Integer eget faucibus nibh.”